Mengganggu Tidur, Berikut Jenis Bruntusan Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Foto : Canva.com Pro

Bayi terlahir dengan kulit tipis yang sensitif. Berbagai permasalahan kulit dapat terjadi pada bayi karena faktor suhu, udara, dan juga produk perawatan yang salah. Salah satu permasalahan kulit yang dapat menyerang bayi adalah bruntusan yang terjadi karena adanya keringat tersumbat.

Bruntusan pada bayi menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga akan mengganggu tidur bayi. Simak jenis bruntusan pada bayi yang sering muncul dan cara mengatasinya.

Read More

Jenis Bruntusan Yang Dialami Bayi Dan Cara Mengatasinya

1. Miliaria Rubra

Milaria rubra dapat terjadi karena adanya penyumbatan keringat pada lapisan epidermis dan juga dermis kulit bayi. Hal ini disebabkan karena suhu ruangan yang panas, sehingga membuat kulit bayi akan berkeringat dan kemudian membentuk bintik-bintik merah di sekitar kulitnya. Bruntusan ini akan menjadikan tekstur kulit tidak merata dengan warna kemerahan di sekitar dahi, pipi atau bagian tubuh lainnya dan menyebabkan rasa gatal yang mengganggu.

Bruntusan dengan jenis ini, membuat bayi tidak nyaman sepanjang tidur, sehingga menyebabkan bayi menjadi rewel karena tidak tahan dengan rasa gatal di sekujur tubuhnya.

Cara menghilangkan bruntusan pada bayi, anda bisa menaburkan bedak gatal ataupun bedak talek pada bagian yang mengalami bruntusan dan terasa gatal. Selain itu, pastikan udara di kamar tetap lembab sehingga mengurangi kemungkinan bayi mengeluarkan keringat.

2. Miliaria Kristalina

Bruntusan miliaria kristalina merupakan gejala penyumbatan biang keringat yang cukup ringan. Gejalanya hanya muncul pada bagian kulit terluar, berupa bintik-bintik yang tidak gatal dan juga tidak terasa sakit. Pada kondisi ini, akan terlihat bintik-bintik kemerahan berisi cairan transparan dan sangat mudah pecah ketika terkena sesuatu. Menginjak hari ke-6 atau ke-7 setelah lahiran, biasanya bruntusan ini akan mulai muncul pada kulit leher, punggung dan ketiak bayi.

Biasanya, milaria kristalina akan menghilang setelah kurang lebih satu hari sejak muncul. Meski demikian, bruntusan jenis ini tetap mengganggu bayi. Jenis bruntusan satu ini tidak memerlukan perawatan ataupun produk khusus karena pada dasarnya milaria ini muncul karena kelenjar keringat bayi baru lahir belum benar-benar berkembang. Untuk mengatasinya, anda hanya perlu mengoleskan losion calamine pada daerah yang bruntusan.

3. Miliaria Profunda

Bruntusan yang juga dapat menyerang bayi adalah miliaria profunda. Jenis bruntusan pada bayi satu ini sebenarnya merupakan bruntusan yang paling jarang terjadi. Meski begitu, miliaria profunda menjadi bruntusan yang terjadi paling parah karena terjadi di dalam lapisan kulit. Karena adanya biang keringat yang tertahan pada lapisan dalam kulit tersebut, maka akan menimbulkan bintik merah yang besar dan sangat keras di sekujur tubuh bayi.

Bruntusan ini menyebabkan munculnya sensasi seperti terbakar pada kulit, sehingga bisa menghabiskan energi bayi dan mengganggu kenyamanannya saat tidur. Selain itu, bruntusan ini juga rentan berkembang menjadi infeksi. Untuk mengatasinya, anda bisa memberikan kompres dingin ke area kulit yang mengalami bruntusan. Selain itu, mandikan bayi menggunakan air hangat, dan hindari penggunaan sabun yang dikhawatirkan dapat memperparah bruntusan pada kulit.

4. Miliaria Pustulosa

Jenis bruntusan pada bayi yang terakhir adalah miliaria pustulosa. Gejala ini dapat disebabkan karena adanya peradangan dari milia rubra. Jika milia rubra hanya berupa bintik merah yang gatal, bintik akan berubah menjadi bintil berisi nanah atau pustule. Sehingga bintil ini akan berubah warna menjadi berwarna kekuningan. Apabila bintil ini tidak sengaja pecah, ada kemungkinan bekas bintik ini akan mengeluarkan darah dan meninggalkan bekas pada kulit.

Munculnya nanah pada bintik-bintik di kulit bayi ini, menandakan terjadinya infeksi pada kulit yang harus diatasi. Anda bisa mengurangi rasa sakitnya dengan mengompres bagian kulit yang terkena bruntusan dengan kain yang sudah dicelup dengan air es selama beberapa menit untuk mengurangi rasa sakitnya. Setelah itu, lap kulit bayi hingga kering dan oleskan losion calamine untuk mengurangi kemerahan dan bekas lukanya.

Umumnya, bruntusan terjadi karena adanya penyumbatan pada kelenjar keringat bayi yang masih kecil. Bruntusan pada kulit bayi akan menyebabkan rasa gatal hingga membuatnya tidak bisa tidur. Untuk itu, baiknya lakukan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko timbulnya bruntusan. Anda bisa menjaga kelembaban kulit bayi dengan menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *